Andrey menyebut, Destry memiliki pengalaman panjang di bidang makroekonomi, pasar keuangan, dan kebijakan moneter sehingga arah kebijakan BI diperkirakan tetap konsisten selama masa transisi.
"Penunjukan Destry Damayanti seharusnya mampu memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan akan tetap berlanjut," ujarnya.
Andrey menambahkan bahwa perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada proses penunjukan Gubernur BI yang definitif.
Transisi kepemimpinan yang berjalan mulus serta tetap menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral dinilai akan membantu meminimalkan dampak terhadap pasar keuangan.
Sebaliknya, apabila muncul indikasi perubahan arah kebijakan moneter atau berkurangnya independensi BI, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas rupiah, pasar obligasi pemerintah, hingga saham-saham sektor perbankan.
Setali tiga uang, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pergantian kepemimpinan BI merupakan perkembangan yang sensitif karena menyangkut kredibilitas dan keberlanjutan kebijakan moneter.
"Perkembangan ini sangat sensitif mengingat implikasinya terhadap kredibilitas dan keberlanjutan kebijakan moneter. Rupiah kemungkinan akan merespons negatif kabar ini, dan menurut kami BI mungkin perlu meningkatkan intervensi di pasar," tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya.
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan sentimen tersebut juga dapat membebani pasar saham, terutama saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.
Selain itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan meningkat sehingga turut mendorong kenaikan tingkat suku bunga bebas risiko (risk-free rate).
Meski demikian, Bank Indonesia diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%.
Namun, apabila arah kebijakan moneter ke depan lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko terhadap stabilitas pasar keuangan.
(cpa/naw)




























