Menurut dia, salah satu karakteristik perdagangan futures adalah fleksibilitas dalam menerapkan strategi investasi, baik saat harga aset diperkirakan naik melalui posisi long maupun ketika diproyeksikan turun melalui posisi short.
Namun, Ryan menekankan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan spot karena penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian. Oleh karena itu, pemahaman terhadap produk serta penerapan manajemen risiko menjadi faktor penting sebelum bertransaksi.
Berdasarkan pengguna Bittime, profil pengguna layanan futures di platform tersebut menunjukkan karakteristik yang beragam. Selama periode beta, terdapat pengguna dengan modal di bawah US$500 yang mencatat volume transaksi hingga puluhan ribu dolar AS. Di sisi lain, trader dengan modal lebih besar membukukan volume perdagangan jutaan dolar AS melalui ratusan transaksi.
Bittime juga mencatat lima pasangan aset kripto yang paling aktif diperdagangkan di platform futures mereka meliputi BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Data tersebut dinilai menunjukkan minat trader lokal tidak hanya pada aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga sejumlah aset alternatif.
Dengan jumlah investor aset kripto Indonesia yang telah melampaui 22 juta orang, perkembangan pasar derivatif dinilai berpotensi memperluas aktivitas perdagangan aset digital di dalam negeri. Meski demikian, pertumbuhan pasar tersebut tetap bergantung pada peningkatan literasi investor, pengelolaan risiko, serta perkembangan jumlah pengguna dan volume transaksi.































