Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak menuju lonjakan mingguan tertinggi setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah membuka fron baru dalam konflik Timur Tengah, sementara Presiden Donald Trump mengancam akan memperpanjang serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Harga Brent untuk pengiriman September tetap stabil di US$100,41/barel pada pukul 12:25 siang di Singapura setelah melonjak 7% pada sesi sebelumnya. Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi $91,72 per barel.

Harga minyak telah menguat bulan ini karena permusuhan antara AS dan Iran meningkat di Teluk Persia, menghambat lalu lintas melalui Selat Hormuz dan memperlambat aliran minyak mentah dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). 

Serangan pertama terhadap kapal tanker Arab Saudi oleh militan Houthi yang didukung Iran di Laut Merah telah meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang lebih dalam di seluruh wilayah tersebut.

Pasar juga menghadapi serangan di terminal Caspian Pipeline Consortium di pantai Laut Hitam Rusia, yang mengekspor sebagian besar minyak Kazakhstan.

Persediaan global telah menipis akibat konflik berbulan-bulan di Timur Tengah, meningkatkan risiko kekurangan pasokan dan guncangan ekonomi yang lebih luas.

Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar, serta LPG 3 Kg tidak mengalami kenaikan harga pada tahun ini.

Dia menyatakan meskipun harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) berada di level US$100 per barel, namun komoditas migas bersubsidi tersebut bakal tetap ditahan harganya oleh pemerintah.

“Saya janji kepada bapak ibu semua ya sampai 31 Desember sekalipun harga ICP US$100 [per barel] insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” ujar Bahlil dalam pidatonya di acara Himpunan Alumni IPB, ditayangkan daring, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai informasi, total pagu anggaran subsidi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp210,06 triliun.Dengan perincian anggaran subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) mencapai Rp25,14 triliun; subsidi LPG tabung 3 Kg mencapai Rp80,26 triliun; dan subsidi listrik sebanyak Rp104,64 triliun.

Apabila digabungkan dengan anggaran kompensasi energi, maka anggaran subsidi dan kompensasi energi Indonesia pada 2026 dipatok senilai Rp381,3 triliun.

(azr/wdh)

No more pages