Ia menegaskan keberangkatannya ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion.
"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," katanya.
Dalam unggahan yang sama, Nanik juga menepis anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan politik. Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai intervensi gizi bagi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
"Program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka," tulisnya.
Ia menambahkan, "Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,"katanya.
Nanik juga mengklaim telah meletakkan fondasi pembenahan di tubuh BGN selama menjabat.
"Saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN," tulisnya.
Ia menyebut reformasi tersebut mencakup evaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penajaman sasaran penerima manfaat, hingga penggantian lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan.
Secara terpisah, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan turut mengonfirmasi pengunduran diri tersebut melalui unggahan di media sosial.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza.
Dirgayuza menilai Nanik telah melakukan sejumlah pembenahan dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN.
"Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan," tulisnya.
Ia menyebut di antaranya evaluasi hampir 28 ribu SPPG, pembentukan 11 tim reformasi, penghentian sementara ekspansi dapur MBG di wilayah yang sudah padat, serta penggantian lima pejabat eselon I dengan tenaga profesional lintas kementerian dan lembaga.
Menurut Dirgayuza, Presiden juga meminta Nanik tetap mengawasi jalannya BGN setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala badan.
"Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa 'mencereweti' dan 'menjewer' jika ada yang menyimpang," tulisnya.
Saat dihubungi oleh Bloomberg Technoz, Nanik mengonfirmasi pengunduran dirinya. Ia mengatakan diminta menjadi dewan pengawas BGN, namun menolak permintaan tersebut.
"[Fokus] pengobatan saja," ungkap Nanik.
(dec/del)






























