Logo Bloomberg Technoz

Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa AI tidak hanya berpotensi menggantikan pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga dapat menghambat terciptanya lapangan kerja baru. Alhasil hal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai seberapa cepat pasar tenaga kerja dapat beradaptasi.

Kekhawatiran tersebut terutama dirasakan oleh generasi muda yang baru memasuki dunia kerja. Sejumlah sektor telah mulai mengintegrasikan AI ke dalam aktivitas sehari-hari, sementara pekerjaan yang masih mengandalkan tenaga fisik dinilai relatif lebih tahan terhadap otomatisasi.

Ilustrasi Studi potensi AI dalam menggantikan peran pekerjaan manusia (Diolah)

Di sisi lain, riset Anthropic menunjukkan pemanfaatan AI saat ini baru mencapai sebagian kecil dari potensi yang dimiliki. Temuan itu mengindikasikan dampak AI terhadap pasar tenaga kerja kemungkinan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Pernyataan Karp memicu perdebatan di media sosial, termasuk di Reddit. Sebagian pengguna mempertanyakan apakah ekonomi dapat terus berjalan jika AI menggantikan sebagian besar pekerja.

Komentar Karp juga menuai kritik dari sebagian kalangan neurodivergent yang menilai pandangan tersebut terlalu menyederhanakan kondisi mereka.

Sementara itu, Senator Amerika Serikat Bernie Sanders turut memperingatkan bahwa AI dan robotika berpotensi menghapus puluhan juta pekerjaan dengan upah layak apabila penerapannya tidak diimbangi kebijakan yang tepat.

Pendiri Venture for America, Andrew Yang, juga menilai perhatian terhadap dampak negatif AI masih minim. Menurutnya, ancaman AI tidak hanya berupa penggantian tenaga kerja, tetapi juga risiko penyalahgunaan identitas digital hingga meningkatnya disinformasi.

Meski demikian, sejumlah peneliti berpendapat AI tidak sepenuhnya akan menghilangkan pekerjaan, melainkan mengubah jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan.

Anthropic menyebut dampak AI terhadap pasar tenaga kerja secara luas sejauh ini belum sepenuhnya terlihat, bahkan pada sektor-sektor yang paling rentan terhadap otomatisasi.

(red)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone