Berikut lima aplikasi yang tidak direkomendasikan oleh Pankil Shah beserta alasannya.
Daftar Aplikasi yang Tidak Direkomendasikan
1. Turbo VPN
Turbo VPN menjadi salah satu aplikasi yang disoroti karena dinilai memiliki rekam jejak yang kurang baik. Shah menyebut selama beberapa tahun terakhir telah muncul berbagai laporan mengenai praktik pengelolaan data yang dipertanyakan, termasuk dugaan keterkaitan dengan entitas yang berbasis di China.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berlaku pada Turbo VPN, tetapi juga banyak layanan VPN gratis dengan penawaran data tanpa batas.
Shah menambahkan bahwa jika membutuhkan VPN gratis, pengguna sebaiknya memilih penyedia yang telah memiliki reputasi baik dan rekam jejak keamanan yang kuat, seperti Proton VPN.
2. LastPass
Nama LastPass sudah lama dikenal sebagai salah satu pengelola kata sandi populer. Namun, Shah mengaku tidak lagi merekomendasikan aplikasi tersebut setelah berbagai insiden keamanan yang dialaminya.
Menurutnya, pelanggaran keamanan yang terjadi pada 2022 menjadi salah satu faktor utama yang membuat tingkat kepercayaannya terhadap layanan tersebut menurun.
"Masalah terbesar dengan LastPass adalah rekam jejak keamanannya. Pelanggaran keamanan tahun 2022 sangat serius. Dalam insiden tersebut, penyerang berhasil mencuri data pelanggan dan bahkan mendapatkan akses ke arsitektur keamanan LastPass,"
Shah mengakui tidak ada password manager yang benar-benar kebal dari serangan siber. Namun, ia menilai LastPass memiliki riwayat insiden yang membuatnya sulit direkomendasikan.
Sebagai alternatif, Shah memilih Bitwarden karena bersifat open-source dan menawarkan biaya langganan yang relatif terjangkau.
3. Truecaller
Truecaller dikenal luas sebagai aplikasi untuk mengidentifikasi nomor tak dikenal dan memblokir panggilan spam. Popularitasnya juga sangat tinggi dengan lebih dari satu miliar unduhan di Google Play Store serta tersedia di perangkat iOS.
Meski demikian, Shah menilai aplikasi ini meminta terlalu banyak izin akses kepada pengguna. Mulai dari kontak, log panggilan, pesan, lokasi, hingga akses terhadap file multimedia.
Menurutnya, sebagian izin memang bersifat opsional. Namun, permintaan akses dalam jumlah besar sejak awal tetap menjadi perhatian dari sisi privasi.
Selain itu, Shah menilai Android saat ini sudah jauh lebih baik dalam menangani panggilan dan pesan spam melalui fitur bawaan sehingga kebutuhan terhadap aplikasi seperti Truecaller tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.
4. CCleaner
CCleaner selama ini dikenal sebagai aplikasi pembersih penyimpanan yang mampu menghapus file sampah dan membantu mengoptimalkan performa perangkat.
Namun, Shah menilai sebagian besar fungsi tersebut kini telah tersedia secara bawaan di Android. Pengguna dapat memantau konsumsi baterai maupun penggunaan data langsung melalui menu pengaturan.
Android juga telah menyediakan aplikasi Files by Google yang memiliki fitur pembersihan untuk menghapus file sampah, foto duplikat, tangkapan layar lama, hingga aplikasi yang sudah tidak digunakan tanpa biaya tambahan.
5. AVG Antivirus & Security
AVG Antivirus & Security menjadi aplikasi terakhir yang masuk dalam daftar. Menurut Shah, aplikasi antivirus modern memang menawarkan banyak fitur tambahan seperti perlindungan malware, alat privasi, pemeriksaan Wi-Fi, hingga optimalisasi perangkat.
Namun, ia menilai sebagian besar fungsi tersebut sudah tersedia secara bawaan di Android. Sistem operasi Google telah dibekali Google Play Protect yang secara otomatis memindai seluruh aplikasi, termasuk aplikasi yang dipasang secara manual.
Selain itu, Android juga memiliki fitur Safe Browsing yang mampu mendeteksi tautan berbahaya secara real-time sehingga dapat membantu melindungi pengguna dari malware maupun penipuan phishing.
Android Sudah Memiliki Perlindungan Bawaan
Shah menegaskan bahwa pengguna Android sebenarnya sudah memperoleh perlindungan yang cukup apabila tetap mengunduh aplikasi dari Google Play Store dan tidak menonaktifkan fitur keamanan bawaan perangkat.
Ia juga menilai sebagian aplikasi antivirus hanya mengulang fungsi yang telah dimiliki Android, bahkan mengenakan biaya untuk fitur yang sebenarnya sudah tersedia secara gratis.
(seo)































