Logo Bloomberg Technoz

"Hal itu sama sekali tidak pantas," kata Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle kepada Sky News pada Kamis. 

"Politik seharusnya tidak dibawa ke dalam sepak bola. Itu adalah prinsip yang sangat jelas dalam Piala Dunia," ujarnya, seraya menambahkan, "Saya benar-benar berpikir FIFA harus menyelidiki hal ini."

Juru bicara Perdana Menteri Inggris yang akan segera lengser, Keir Starmer, mengatakan Starmer juga sepakat bahwa FIFA perlu melakukan penyelidikan. Namun, menurutnya, keputusan mengenai kemungkinan sanksi sepenuhnya merupakan kewenangan FIFA.

Para pemimpin oposisi bahkan menyampaikan tuntutan yang lebih keras. Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, mengatakan para pemain Argentina yang merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk tersebut "harus dilarang tampil di partai final."

Sementara itu, pemimpin Partai Reform UK, Nigel Farage, mengaku "muak" dengan tindakan para pemain Argentina. Namun, ia menilai hal yang paling penting bagi Inggris saat ini adalah "segera memperkuat Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy)."

Spanduk tersebut tampaknya melanggar peraturan FIFA yang menyatakan bahwa tim dapat dimintai pertanggungjawaban dan dikenai tindakan disipliner atas "penggunaan gestur, kata-kata, benda, atau cara lain untuk menyampaikan pesan yang tidak pantas dalam sebuah ajang olahraga, terutama pesan yang bersifat politik, ideologis, keagamaan, atau menghina."

Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel mengunggah foto momen tersebut di platform X seraya menulis, "Mereka melarang kami membawanya ke stadion, tetapi lupa bahwa kami membawanya dalam darah dan hati kami."

Tim nasional Argentina mengenakan jersey berwarna biru tua alih-alih seragam tradisional bergaris biru-putih sebagai bentuk penghormatan kepada tim yang mengalahkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986, pertandingan yang dikenang lewat gol kontroversial "Hand of God" yang dicetak Diego Maradona.

Menjelang pertandingan, para politikus dan pesepak bola Argentina berupaya memanfaatkan laga pertama melawan Inggris di Piala Dunia dalam lebih dari 20 tahun untuk kembali menyoroti sengketa mengenai Kepulauan Falkland. Perang pada 1982 yang dipicu sengketa kedaulatan atas wilayah tersebut menewaskan sekitar 900 orang.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami," kata juru bicara Perdana Menteri Inggris yang akan segera lengser, Keir Starmer, pada Kamis. Ia menambahkan bahwa Starmer "mendoakan yang terbaik bagi kedua tim di partai final, terutama Spanyol."

Menambah ketegangan, Kementerian Luar Negeri Argentina pada Rabu malam menyatakan telah menyampaikan protes resmi kepada Kedutaan Besar Inggris pada 13 Juli terkait apa yang disebut sebagai pelayaran "ilegal" kapal perang HMS Medway di perairan Argentina. Menurut pemerintah Argentina, pelayaran tersebut dilakukan tanpa konsultasi dan pemberitahuan yang semestinya.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa kapal yang dimaksud melakukan "kunjungan logistik rutin" ke Punta Arenas, Chile, pada 5–8 Juli untuk mendukung kegiatan penelitian kutub yang dilakukan British Antarctic Survey.

"Kapal tersebut berlayar dari Kepulauan Falkland menuju Chile dan kembali melalui rute paling langsung yang memungkinkan, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan kondisi cuaca guna memastikan pengiriman dapat dilakukan tepat waktu," kata kementerian tersebut.

Seorang pejabat Inggris mengatakan pemerintah Inggris telah memberi tahu pemerintah Argentina sebelum kegiatan logistik tersebut dilaksanakan. Ia menambahkan bahwa pelayaran melalui perairan teritorial Argentina dilakukan berdasarkan prinsip "innocent passage" (lintas damai) sesuai ketentuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatur aktivitas maritim.

(bbn)

No more pages