Logo Bloomberg Technoz

Jelasnya, MoU ini merupakan tindak lanjut dari Expression of Interest yang ditandatangani pada September 2025. 

Kerja sama ini mencakup promosi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), hingga pengembangan teknologi bersih (cleantech).

Sebagai catatan saja, pemerintah mencatat realisasi investasi Swiss di Indonesia sepanjang 2021 hingga triwulan I 2026 mencapai sekitar US$1,33 miliar. 

Dengan sektor industri makanan, transportasi dan pergudangan, telekomunikasi, serta industri kimia dan farmasi sebagai kontributor utama.

"Keberhasilan kerja sama ini tidak akan diukur dari dokumen yang kita tandatangani hari ini, melainkan dari proyek-proyek yang kita wujudkan di masa depan. Kami ingin melihat lebih banyak investasi, kemitraan teknologi, pertukaran keahlian, dan peluang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara."

"Indonesia terbuka, Indonesia berkomitmen pada reformasi, dan Indonesia siap menjadi mitra jangka panjang," terang Rosan.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, mengatakan penandatanganan MoU ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swis. 

Menurutnya, kerja sama tersebut menggabungkan potensi sumber daya mineral Indonesia dengan teknologi, keahlian, dan modal dari Swis untuk menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.

"Kami berharap kerja sama ini akan semakin mempererat kemitraan ekonomi kedua negara sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Indonesia maupun Swis," pungkas Zehnder. 

(ain)

TAG

No more pages