Adapun, IHSG telah menguat sekitar 7% sepanjang periode 1-15 Juli 2026, dari level 5.643,19 menjadi 6.041,97.
Kembalinya saham-saham berfundamental besar sebagai penggerak indeks dinilai menjadi sinyal bahwa reli pasar mulai lebih merata dan tidak hanya ditopang oleh segelintir saham.
"Penguatan IHSG saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai technical rebound semata. Penguatan sudah mulai didukung oleh fundamental emiten-emiten berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, jelas Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, Kamis (16/7/2026).
Selain itu, Elandry mengatakan sentimen domestik juga mendapat dorongan dari peluncuran indikator High Shareholders Concentration (HSC) atau pemegang saham terkonsentrasi tinggi oleh BEI yang diharapkan meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas emiten, serta keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stable. Meski peluang profit taking tetap terbuka setelah kenaikan yang cukup cepat, prospek IHSG dinilai masih positif.
"Selama didukung oleh kinerja emiten yang solid, sentimen domestik yang positif, dan tidak terjadi perubahan signifikan pada capital flow, saya melihat tren penguatan IHSG masih memiliki ruang untuk berlanjut meski volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi," kata Elandry.
Sementara itu, Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyebut bahwa penguatan IHSG sejak awal Juli memang diawali oleh technical rebound, namun kini mulai diperkuat oleh sentimen fundamental yang positif.
Menurutnya, reli terbesar terjadi pada 13 Juli setelah S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, sementara pelaku pasar kini mulai menantikan musim rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2026.
"Jika hasil laporan keuangan emiten sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar, hal tersebut dapat menjadi katalis berikutnya bagi penguatan IHSG," ujar Wawan.
Meski demikian, Wawan mengingatkan potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka mengingat kenaikan IHSG berlangsung relatif cepat dalam dua pekan terakhir. Namun, selama fundamental emiten tetap terjaga, ruang penguatan indeks masih terbuka untuk berlanjut.
(cpa)































