Dari penyelenggaraan event tersebut, pemerintah memperkirakan tercipta perputaran ekonomi sekitar Rp661,15 miliar.
Selain konser dan festival musik, pemerintah juga terus memperluas penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini mencakup 125 event daerah di 38 provinsi.
Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 39 event telah digelar, dengan 28 di antaranya telah selesai dikaji dampak ekonominya. Berdasarkan evaluasi tersebut, 28 event KEN mampu menarik sekitar 2,46 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM serta menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan 28 event tersebut diperkirakan mencapai Rp196,97 miliar.
Di sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE), pemerintah juga melihat kontribusi ekonomi yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, terdapat 11 penyelenggaraan MICE yang mendapat dukungan Kemenpar. Dari dua event yang telah dievaluasi, potensi transaksi mencapai Rp485,5 miliar dengan estimasi devisa sekitar Rp347,6 miliar.
Widi meyakini rangkaian event pada semester kedua akan semakin memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional melalui efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan okupansi hotel, konsumsi di sektor kuliner, transportasi, hingga belanja produk UMKM.
Untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan, Kemenpar juga menyediakan Calendar of Events melalui platform Visit Indonesia. Melalui fitur tersebut, wisatawan dapat melihat jadwal berbagai agenda wisata dan hiburan di berbagai daerah sepanjang tahun sehingga perjalanan dapat direncanakan lebih awal.
(fik/spt)




























