Secara bulanan, yang terjadi adalah deflasi sebesar 0,4% pada Juni. Ini adalah yang terendah sejak April 2020.
Data ini membuat pasar mulai menimbang bahwa bank sentral Federal Reserve bisa saja tidak perlu menaikkan suku bunga acuan.
“Ini membuat Warsh (Kevin Warsh, Gubernur The Fed) berada di kondisi terbaik. Di satu sisi, Warsh bisa tetap bernada hawkish karena inflasi masih di atas target 2%, tetapi di sisi lain tidak perlu menaikkan suku bunga. Kami rasa inflasi yang melunak membuat kemungkinan kenaikan suku bunga acuan bulan ini terhapus, dan mendukung pandangan kami bahwa The Fed bisa mempertahankan suku bunga sampai akhir tahun,” papar Ekonom Andrew Sacher dan Troy Durie dari Bloomberg Economics dalam catatannya.
“Data ini mungkin menjadi kabar baik bagi The Fed, meski bukan berarti misi selesai,” tambah Omair Sharif, Presiden Inflation Insight LLC, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Sementara dalam rapat dengan Kongres AS, Warsh menegaskan komitmennya untuk membawa inflasi ke arah target 2%. The Fed disebutnya memiliki berbagai perangkat (tools) untuk menuju ke sana.
"Kami memiliki berbagai perangkat untuk melakukannya. Ke depan, saya akan meminta para kolega saya untuk 'bertarung' mengenai dosis dan kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya," tegas Warsh, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi, demikian pula sebaliknya.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (15/7/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 62. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 4.074-4.097/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji level US$ 4.121-4.173/troy ons. Target paling optimistis adalah US$ 4.206/troy ons.
Namun andai harga emas malah turun, maka sepertinya akan mengetes kisaran US$ 4.039-4.014/troy ons. Jika tertembus, maka ada risiko longsor ke US$ 3.989-3.815/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.797/troy ons.
(aji)



























