Logo Bloomberg Technoz

Sementara,, data inflasi AS pada rilis Selasa waktu setempat sedikit meredakan kekhawatiran akan kembalinya kenaikan harga minyak. Surat utang pemerintah AS menguat, sehingga menyebabkan imbal hasil anjlok karena para pedagang melepaskan  spekulasi bahwa The Fed dapat mulai menaikkan suku bunga secepatnya bulan ini. Indeks kekuatan dolar mengalami hari terburuknya dalam hampir dua pekan.

Surat utang pemerintah AS (US Treasury) sedikit menguat, sehingga menyebabkan imbal hasil anjlok. dok: Bloomberg

Harga konsumen turun pada Juni untuk pertama kalinya dalam enam tahun, sementara indikator utama inflasi inti relatif stabil. Para pejabat The Fed kemungkinan akan menyambut baik data ini menjelang rapat mereka mendatang, meskipun ketegangan di Teluk Persia berisiko memperpanjang dampak konflik tersebut.

“Indeks Harga Konsumen yang lebih rendah dari perkiraan merupakan kelegaan besar,” kata Tiffany Wilding dari Pacific Investment Management Co. Walau “laporan ini tidak akan sepenuhnya menafikan tema mengenai pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, namun seharusnya secara efektif menghilangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juli dari pertimbangan.”

Dalam pernyataannya di hadapan anggota parlemen AS, Gubernur The Fed baru Kevin Warsh mengatakan, pejabat bank sentral tidak akan mentolerir inflasi tinggi. Warsh lantas menegaskan kembali janji untuk mengendalikan kenaikan harga.

IHK boleh jadi mengurangi tekanan pada The Fed untuk segera menaikkan suku bunga, namun ketegangan di Iran berarti prospek kenaikan suku bunga masih jauh dari berakhir, urai Kay Haigh dari Goldman Sachs Asset Management. 

Walau masih ada kemungkinan suku bunga tetap tidak berubah tahun ini, eskalasi kembali konflik tersebut telah mempersempit peluang tersebut, kata Haigh. “Laporan ini memberikan ruang kelegaan, bukan sinyal bahwa semuanya sudah aman, meskipun inflasi telah mereda, inflasi belum hilang,” kata Bret Kenwell dari eToro. 

(bbn)

No more pages