"Komdigi pada dasarnya menunggu diskusi antara semua pihak," katanya.
Di sisi lain, ATSI menilai implementasi kebijakan registrasi SIM menggunakan verifikasi biometrik sejauh ini berjalan sesuai rencana, namun asosiasi belum dapat menyimpulkan efektivitas kebijakan tersebut dalam waktu dekat.
Marwan mengatakan terdapat sejumlah indikator yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan implementasi, antara lain tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme registrasi biometrik serta tingkat keberhasilan atau success rate proses verifikasi.
"Ada beberapa faktor, pemahaman masyarakat untuk registrasi biometrik, kemudian success rate-nya. Kita baru bisa lihat akhir tahun," ulas Marwan.
Pemerintah untuk diketahui mulai mewajibkan registrasi kartu SIM prabayar menggunakan verifikasi biometrik secara bertahap sebagai upaya memperkuat validitas identitas pelanggan dan menekan penyalahgunaan nomor seluler untuk tindak kejahatan digital. Seluruh biaya implementasi registrasi biometrik saat ini ditanggung operator dan tidak dibebankan kepada pelanggan.































