Berdasarkan rencana kerja perusahaan, rata-rata volume ekstraksi bijih harian akan digenjot ke level 170.000 ton pada 2027, dan kembali dinaikkan menjadi 208.000 ton pada 2028.
Tren kenaikan ini diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2029. Pada tahun tersebut, perusahaan menargetkan volume produksi harian menembus angka 226.00 ton per hari.
"Pada 2029 sudah mencapai 226.000 ton per hari yang kita sudah hitung ini di atas 200.000 ton itu adalah tahap level normal atau level 100% dari produksi kita," lengkap Tony.
Tambang Kucing Liar
Tony menilai keberlanjutan produksi setelah 2029 akan didukung oleh mulai beroperasinya tambang bawah tanah Kucing Liar, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Tambang tersebut disiapkan untuk menggantikan kontribusi Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang secara bertahap mengalami penurunan tonase sehingga produksi perusahaan dapat tetap terjaga.
"Pada 2029 direncanakan tambang Kucing Liar akan mulai bisa kita tambang untuk menggantikan DMLZ yang mulai merendah tonasenya, sehingga kelangsungan penambangan sekitar 220.000 ton bijih per hari dapat dilanjutkan," kata Tony.
Dengan pengembangan tambang baru tersebut, PTFI menargetkan produksi logam terus meningkat hingga 2030 seiring bertambahnya volume bijih yang ditambang dan tercapainya kapasitas penuh operasi tambang bawah tanah.
Sekadar catatan, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) melaporkan berdasarkan hasil eksplorasi terbaru Freeport, cadangan tembaga yang dapat diekstraksi di tambang Kucing Liar hingga 2041 diprediksi meningkat menjadi 8 miliar pon dan emas menjadi 8 juta ons.
Besaran tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan perkiraan cadangan sebelumnya, yakni tembaga sebesar 7 miliar pon dan emas 6 juta ons.
Dalam laporan kinerja FCX, dijelaskan bahwa nantinya produksi rata-rata dari Kucing Liar pada kapasitas penuh mencapai 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas atau lebih tinggi 35% dari perkiraan sebelumnya.
“Selama 2025, PTFI menyelesaikan studi untuk mengevaluasi potensi perluasan area tambang yang sebelumnya dirancang untuk beroperasi pada tingkat jangka panjang 90.000 ton bijih per hari,” tulis manajemen FCX dalam dokumen resminya, Rabu (27/1/2026).
“Studi tersebut mengidentifikasi peluang perluasan biaya rendah untuk meningkatkan kapasitas desain Kucing Liar menjadi 130.000 ton bijih per hari dan meningkatkan cadangan Kucing Liar sekitar 20%,” kata manajemen FCX.
Adapun, FCX melaporkan pada 31 Desember 2025 Freeport Indonesia telah mengeluarkan dana sekitar US$1,1 miliar untuk Kucing Liar. Sementara itu, investasi modal yang diperlukan, diperkirakan bertambah US$4 miliar hingga 2033.
FCX menargetkan produksi awal dari tambang Kucing Liar mulai berjalan dan ditingkatkan secara bertahap mulai 2030.
(smr/wdh)





























