Seorang pengacara dari xAI belum menanggapi permintaan komentar.
Hakim federal di San Francisco awalnya menolak gugatan xAI pada bulan Februari, dengan alasan bahwa perusahaan gagal membuktikan adanya pelanggaran apa pun yang dilakukan oleh OpenAI dan justru hanya menunjuk delapan mantan karyawan xAI yang pindah ke OpenAI pada waktu yang hampir bersamaan.
xAI mengajukan gugatan hasil revisi pada bulan Maret setelah upaya mereka untuk mendapatkan perpanjangan waktu enam bulan guna memperkuat klaimnya gagal.
Bulan Juni, Hakim Distrik AS Rita Lin kembali menolak gugatan tersebut. Ia mengatakan bahwa tuduhan baru — termasuk klaim bahwa OpenAI meminta seorang karyawan baru untuk membicarakan pekerjaan sebelumnya — berusaha menggambarkan bagian “rutin” dari proses perekrutan sebagai upaya jahat untuk memicu pencurian rahasia dagang.
Dalam materi gugatan, produsen iPhone tersebut menuduh bahwa OpenAI mendorong karyawan Apple untuk membagikan informasi, komponen, gambar, dan materi lain yang terkait dengan produk yang akan datang — sebagai bagian dari upaya perusahaan AI tersebut untuk mengembangkan rangkaian perangkatnya sendiri.
Apple menuntut ganti rugi finansial dan perintah yang mewajibkan OpenAI untuk menghentikan tindakan yang dituduhkan serta memusnahkan semua materi eksklusif. Proses hukum ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga membuahkan hasil.
Menanggapi gugatan Apple, OpenAI menyatakan bahwa pihaknya “tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain” dan akan “tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif.”
Kasus xAI ini terdaftar dengan nomor perkara X.AI Corp. v. OpenAI Inc., 3:25-cv-08133, di Pengadilan Distrik AS, San Francisco, Distrik Utara California.
(bbn)
































