"Layanan angkutan kota By The Service atau BTS ada di 4 kota. Saat ini teralokasikan hanya untuk pelayanan 6 bulan. Sedangkan layanan angkutan penyeberangan di 267 layanan, saat ini teralokasikan hanya untuk pelayanan selama 3 bulan," tegasnya.
Ia juga menambahkan, akibat keterbatasan anggaran tersebut Ditjen Hubdat tidak mengalokasikan pembangunan infrastruktur transportasi darat baru pada 2027. Sehingga, anggaran konstruksi yang tersedia hanya digunakan untuk melanjutkan dan menyelesaikan proyek-proyek yang telah berjalan.
Adapun kegiatan prioritas Ditjen Perhubungan Darat untuk 2027 meliputi; dukungan pengawasan dan penanganan zero ODOL, penanganan lokasi rawan kecelakaan, penyediaan layanan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan, pembangunan infrastruktur dan sistem angkutan umum massal berbasis jalan, pengoperasian terminal penumpang hingga pengoperasian pelabuhan penyeberangan.
(ain)





























