Dengan adanya aksi beli yang ditopang oleh bank-bank milik negara ini, Lionel memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun akan bergerak di rentang 7,25% hingga 7,35%.
Sementara, dari pasar valuta asing pergerakan rupiah relatif stabil meski masih bertahan tinggi di Rp18.063/US$. Penguatan rupiah membuat premi risiko jangka pendek menjadi sedikit terpangkas.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang sempat mencuat, juga mulai mereda dengan adanya pembicaran lebih lanjut antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Para pelaku pasar juga meyakini bahwa konflik antara AS dan Iran kecil kemungkinannya berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap pasokan energi global. Sehingga, harga minyak sejak pagi tadi hingga siang ini pukul 11:57 WIB masih jinak di US$76,56 per barel.
(dsp/aji)




























