Meski demikian, Saidu menegaskan BEI tetap berfokus menjaga kualitas perusahaan yang akan melantai di bursa dibanding sekadar mengejar jumlah emiten baru. Menurutnya, kualitas perusahaan menjadi faktor utama untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal.
"Kami fokus ke kualitas. Karena kuantitas itu kan momentum. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan perusahaan-perusahaan yang masuk memang berkualitas," ujar dia.
Sementara itu, target penambahan 50 emiten baru pada 2026 masih belum berubah. Namun, BEI masih mengevaluasi target tersebut seiring perkembangan kondisi pasar dan penyesuaian sejumlah peraturan pencatatan yang mulai berlaku tahun ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 8 Juli 2026, hingga saat ini terdapat enam perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan merupakan perusahaan dengan aset skala besar, satu perusahaan aset skala menengah, dan dua perusahaan aset skala kecil.
Pada rincian sektornya, pada IPO pipeline terdiri atas dua perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan konsumer siklikal, satu perusahaan bahan baku, dan satu perusahaan konsumer non siklikal.






























