Logo Bloomberg Technoz

Hal ini mengindikasikan kapal tanker memilih menunda masuk ke Teluk Persia, karena meningkatnya risiko keamanan. 

Sebaliknya, jumlah kapal dari Barat ke Timur justru meningkat pada awal pekan ini. Jumlah kapal dari rute ini naik dari 12 kapal pada 5 Juli, menjadi 19 kapal pada 6 Juli. Bahkan, sehari kemudian pada 7 Juli, kembali naik menjadi 22 kapal.

Naiknya jumlah kapal dari sisi Barat ke Timur menunjukkan lebih banyak kapal memilih meninggalkan Teluk Persia daripada kapal yang masuk. 

Kondisi arus lalu lintas kapal pada pekan ini berbanding terbalik dengan aktivitas pelayaran beberapa pekan terakhir. Dalam tiga minggu sejak AS dan Iran menyepakati perjanjian sementar untuk membuka kembali Selat Hormuz, rata-rata terdapat 34 kapal komoditas yang melintas setiap hari. Bahkan, lalu lintas sempat mencapai 59 kapal pada 24 Juni, berdasarkan data Kpler yang dikutip Bloomberg News

Di sisi lain, kembali indikasi gangguan elektronik kembali muncul. Kapal-kapal yang berada di tenggara Limah, Oman, di kawasan Teluk Oman, tampak bergerak dengan kecepatan yang tidak lazim, yakni sekitar 30 knot pada Kamis dini hari. 

Menurut sumber Bloomberg News, fenomena tersebut diduga terjadi lantaran adanya pengaktifan sistem pertahanan oleh sejumlah negara untuk mengganggu navigasi drone musuh yang berpotensi menyerang infrastruktur strategis mereka. Sistem semacam itu dapat mengganggu sinyal transponder kapal, sehingga memengaruhi akurasi data pelacakan kapal di wilayah tersebut. 

(dsp/aji)

No more pages