Perubahan ini sejalan dengan peninjauan ulang serupa yang dilakukan oleh Bank of Korea, yang pada bulan Mei menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk tahun 2026 menjadi 2,6% dari 2%. Bank sentral tersebut menyatakan bahwa ekspor chip yang lebih kuat dari perkiraan, stimulus fiskal, dan pasar saham yang bergairah akan lebih dari sekadar mengimbangi hambatan akibat kenaikan harga energi.
Prospek yang lebih kuat dari IMF menjadi landasan pergeseran kebijakan ke arah hawkish oleh BOK. Para pembuat kebijakan berpendapat bahwa pertumbuhan yang lebih kokoh, tekanan inflasi yang terus-menerus, melemahnya won, serta risiko stabilitas keuangan semakin mengarah pada respons kebijakan yang sama.
Para ekonom memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,75% saat menetapkan kebijakan pada 16 Juli.
IMF menyatakan bahwa perekonomian Korea Selatan tumbuh sebesar 7,5% secara tahunan pada kuartal pertama, jauh melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 1,8% yang mereka sampaikan pada bulan April, karena pengiriman chip yang kuat dan perangkat keras AI mengimbangi ketergantungan negara tersebut yang tinggi terhadap energi impor.
(red)































