Logo Bloomberg Technoz

Amerika Serikat telah melancarkan serangan pada Selasa dan mencabut pengecualian (waiver) yang sebelumnya memungkinkan Teheran menjual minyak ke pasar global.

Langkah tersebut merupakan respons atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang menurut pemerintahan Trump dilakukan oleh Republik Islam Iran.

Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran sebelumnya mengatakan dalam unggahan di X pada Rabu bahwa Teheran akan memberikan "respons segera" terhadap AS setelah ancaman Trump.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan-pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain setelah serangan AS pada Selasa.

Kedua belah pihak saling menuduh melanggar nota kesepahaman yang menjadi dasar gencatan senjata sementara sekaligus memulai periode 60 hari untuk perundingan menuju kesepakatan damai yang lebih luas.

Trump juga mengancam akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengatakan AS dapat meningkatkan kampanye tekanannya dengan membombardir infrastruktur seperti fasilitas desalinasi dan pembangkit listrik.

Pada Rabu sebelumnya, Trump mengatakan ia meyakini gencatan senjata antara AS dan Iran telah "berakhir", pernyataan yang mengguncang pasar keuangan dan energi.

Harga minyak melonjak setelah komentar Trump mengenai gencatan senjata tersebut, sementara pasar saham dan obligasi melemah.

Meski demikian, Trump juga mengatakan ia tidak akan menghentikan para negosiator untuk terus melakukan perundingan. Ketika ditanya apakah ia memperkirakan perang akan kembali pecah, Trump menjawab, "Saya rasa itu tidak akan terjadi lagi."

Namun, eskalasi terbaru ini makin menambah ketidakpastian terhadap prospek kelanjutan perundingan.

Pembicaraan antara AS dan Iran saat ini ditangguhkan karena Iran tengah menggelar masa berkabung nasional selama sepekan bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang dibunuh pada hari pertama konflik pada akhir Februari.

Sejumlah isu yang masih harus diselesaikan dalam perundingan mencakup pengelolaan Selat Hormuz serta pencairan dana Iran senilai miliaran dolar yang selama ini dibekukan.

Setelah itu, pembahasan mengenai program nuklir Iran akan dilanjutkan. Hingga kini, hanya sedikit kemajuan yang berhasil dicapai dalam berbagai isu tersebut.

(bbn)

No more pages