Dalam paparannya, Purbaya melaporkan penerimaan pajak diproyeksikan tumbuh 20,5% dibandingkan realisasi 2025, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai meningkat 6,8% secara tahunan.
Kondisi ini membuat penerimaan perpajakan secara keseluruhan, yang mencakup pajak serta kepabeanan dan cukai, diperkirakan hanya mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7% dari target APBN sebesar Rp2.693,7 triliun, meski masih tumbuh 18,6% dibandingkan tahun lalu.
"Ini kan penerimaan pajaknya turun lagi ke 20,5%. Kita akan jaga terus mudah-mudahan kita bisa tahan di 23% terus untuk penerimaan pajaknya sehingga income kita juga akan lebih baik," kata Purbaya dalam rapat besama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Di tengah tingginya target penerimaan perpajakan, pemerintah mengeklaim masih mampu menjaga total pendapatan negara tetap melampaui target. Purbaya memperkirakan pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun, atau 101,7% dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun.
Kinerja tersebut terutama ditopang oleh lonjakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diproyeksikan mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.
Dalam kaitan itu, kenaikan PNBP menjadi penopang utama yang mengimbangi shortfall pada penerimaan pajak dan kepabeanan-cukai.
(mfd/ell)






























