Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham big caps terutama saham BBCA, saham DCII, hingga saham ANTM yang menopang penuh hijaunya IHSG secara keseluruhan.
Saham Bank BCA (BBCA) berhasil menguat 4,31% di level Rp6.050/saham. Lebih potensial, saham DCII mencatatkan kenaikan 5,14% hingga ditutup di posisi Rp189.775/saham. Bersamaan dengan saham ANTM yang melejit 6,16% di posisi Rp2.930/saham.
Sepuluh saham yang menopang IHSG, melansir Bloomberg, Jumat (3/7/2026).
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 22,24 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 11,04 poin
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 9,5 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 9,44 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 9,05 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang 6,51 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 5,85 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 4,33 poin
- PT United Tractors Tbk (UNTR) menyumbang 3,58 poin
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyumbang 3,29 poin
Saham LQ45 unggulan turut menopang laju IHSG sepanjang hari hingga ditutup di teritori positif, saham PT Indosat Tbk (ISAT) melesat 8,77%, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melejit 6,42%. Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 6,06%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meninggi 5,54%.
Menyusul saham PT XLSmart Tbk (EXCL) menguat 4,98%, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terapresiasi 4,71%, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaju dengan kenaikan 4,67%, dan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 4,31%.
Analisis Teknikal IHSG
Riset Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat 2,28% di level 5.875 pada perdagangan Jumat. Mayoritas Bursa Asia turut ditutup menguat, menyusul munculnya harapan The Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga acuan karena data non–farm payrolls yang lebih rendah dari estimasi. Berlanjutnya tren pelemahan harga minyak mentah di pasar global, dan reboundnya harga emas juga menjadi faktor positif.
Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup menguat di atas MA–5 dan MA–10, yang diikuti oleh indikator MACD dan Stochastic RSI yang membentuk golden cross.
Sejalan dengan indikasi perbaikan momentum, diproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 5.900 hingga 6.000 pada pekan depan.
Senada dengan arah teknikal tersebut, Panin Sekuritas menyematkan IHSG berhasil breakout MA–5 dari level 5.807, hingga berpotensi melanjutkan tren penguatan menuju MA–20 di level potensial 5.964 sebelum memasuki area 6.000.
Namun tetap perlu dicermati, support terdekat ada di level 5.607. Selanjutnya trendline jangka panjang di sekitar 5.450 sampai dengan titik previous low 5.318 diharapkan mampu menahan laju IHSG nantinya.
(fad)



























