Kedua, menjadi polisi yang dekat dengan rakyat. Prabowo meminta polisi untuk datang ketika rakyat membutuhkan, mendengarkan rakyat, melayani rakyat, dan melindungi rakyat. Dia menggarisbawahi gaji polisi sebagai alat negara berasal dari rakyat.
"Semua perlengkapan kita dari rakyat. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujarnya.
Ketiga, menegakkan hukum dengan adil. Prabowo meminta polisi untuk berani membela yang benar dan melindungi yang lemah. Keempat, meningkatkan profesionalisme, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Prabowo mengatakan kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang cerdas dan selalu belajar.
Kelima, memperkuat sinergi. Menurut presiden, Polri tidak bisa bekerja sendiri dan harus selalu bersama institusi lain, seperti TNI, pemerintah, institusi pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pengusaha, petani, nelayan, dan buruh, seluruh rakyat Indonesia.
"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ujar Prabowo.
(dov/frg)





























