Saham-saham pasar negara berkembang mengalami kerugian dalam skala mingguan terparah sejak awal Maret pekan lalu, terdampak oleh gelombang penjualan yang gencar di sektor teknologi yang menghantam saham-saham Korea Selatan. Terdapat pula peningkatan ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve akan mengambil sikap yang lebih hawkish. Indeks MSCI Emerging Markets kini berada di jalur untuk mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak Maret.
BlackRock masih optimis terhadap saham-saham AS, di mana perusahaan-perusahaan teknologi mendominasi pangsa pasar yang besar. “Kami mengincar eksposur yang luas terhadap AI melalui sektor teknologi AS, yang mendorong kami meningkatkan alokasi pada saham-saham AS,” tulis laporan tersebut. “Walau pemenang akhirnya belum jelas, kemungkinan besar banyak di antaranya akan ditemukan di sana.”
Laporan tersebut mencerminkan pandangan para manajer portofolio senior dan eksekutif investasi BlackRock.
Si Pemenang dan Si Pecundang
Terkait investasi pada lini fixed income, BlackRock asal New York, AS, ini telah menaikkan rekomendasi obligasi pemerintah kawasan euro jangka pendek dan menengah dari “netral” menjadi “overweight”, dengan alasan bahwa investor terlalu melebih-lebihkan lamanya kebijakan moneter akan tetap restriktif.
BlackRock mempertahankan sikap “underweight” terhadap obligasi pemerintah AS jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh inflasi yang terus-menerus, yang sebagian dipicu oleh pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur AI, telah mengikis peran obligasi-obligasi ini sebagai tempat berlindung yang aman.
Sementara itu, pasar kredit menunjukkan sedikit sinyal gangguan sistemik, dengan tingkat gagal bayar yang terkendali dan tingkat pemulihan yang masih signifikan, demikian menurut laporan tersebut.
BlackRock lebih memilih obligasi ‘sampah’ AS dan Eropa dengan peringkat lebih tinggi daripada utang berkategori investasi. Di antara utang berkategori investasi, perusahaan lebih memilih obligasi korporasi jangka pendek karena lebih sedikit terpapar risiko suku bunga dibandingkan dengan obligasi jangka panjang.
Gangguan yang disebabkan oleh AI dapat membuka lebih banyak peluang untuk melakukan seleksi dalam sektor kredit, kata Jean Boivin, Kepala BlackRock Investment Institute, dalam sebuah wawancara.
“Saya rasa akan ada lebih banyak variasi, gangguan akibat AI, dan karenanya hal ini akan menjadi faktor penentu alpha di sektor tersebut,” pungkas dia.
(bbn)





























