The Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal tersebut terkena serangan yang dilakukan oleh Iran. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat masih menyelidiki siapa pelaku serangan tersebut.
Insiden itu terjadi setelah beberapa kapal niaga berbalik arah saat berupaya melintasi Selat Hormuz, sehingga memunculkan kembali keraguan mengenai seberapa cepat arus pelayaran dapat kembali normal. International Maritime Organization (IMO), badan pengatur pelayaran global di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan pihaknya menghentikan sementara operasi evakuasi di selat tersebut.
Pada awal pekan ini, ekspor minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz mengalir dengan laju tercepat sejak perang dimulai. Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan ekspor dari kawasan Teluk kini telah pulih hingga hampir dua pertiga dari tingkat normal, sementara laju penurunan persediaan minyak global yang terlihat di pasar mulai melambat.
Harga:
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,7% menjadi US$71,42 per barelpada pukul 06.05 di Singapura.
- Minyak mentah Brent untuk penyelesaian kontrak Agustus ditutup naik 2,1% menjadi US$75,26 per barel pada Kamis.
(bbn)






























