“Sekalipun insyaallah sudah reda, tetapi kondisi ini saya yakin dalam konteks untuk energi tidak akan secepat dibandingkan dengan keputusan daripada apa yang disepakati oleh beberapa negara yang bertikai,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz pada Minggu, (14/6/2026).
Kemudian, Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali pada hari Jumat (19/6/2025), segera setelah penandatanganan perjanjian antara AS dan Iran resmi dilakukan.
"Dengan dibukanya kembali Selat setelah penandatanganan Perjanjian pada hari Jumat untuk keperluan pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir di kedua ujungnya bagi kawasan tersebut, dan juga dunia!" ujar Trump.
Sementara itu pada Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan yang dicapai dengan Iran sebagai ‘'momen besar bagi Amerika Serikat’ meskipun ia mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Saya tidak akan mengatakan bahwa semua orang akan langsung bernyanyi gembira besok," kata Vance dalam wawancara di Fox News.
"Akan butuh sedikit waktu untuk mempelajari jalan perdamaian, tetapi saya benar-benar berpikir kita telah mengambil langkah yang sangat, sangat besar malam ini,” katanya.
Vance menjelaskan kesepakatan damai ini dibangun di atas tiga elemen inti. Elemen pertama adalah pembukaan segera Selat Hormuz, diikuti dengan pencabutan blokade laut yang selama ini kita terapkan terhadap Iran.
Dia melanjutkan, elemen kedua adalah jaminan bahwa Iran tidak akan pernah mengejar, memproduksi, atau membeli senjata nuklir. Sementara itu, elemen ketiga adalah kepatuhan terhadap isi perjanjian.
"Agar jelas, ini semua hanya akan terjadi jika Iran memenuhi janji mereka," tegas Vance.
Sang Wakil Presiden juga menekankan dampak ekonomi positif bagi para konsumen di AS yang selama berbulan-bulan terpukul oleh tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).
"Saya rasa pesan utama saya kepada rakyat Amerika adalah 'terima kasih.' Berkat kesabaran Anda semua, saya rasa kita telah menyelesaikan masalah yang telah melanda negara ini selama beberapa dekade," tuturnya.
Adapun dalam laporan Bloomberg, Kamis (25/6/2026) pasar minyak tiba-tiba dibanjiri pasokan, karena arus kargo keluar dari Selat Hormuz meningkat setelah kesepakatan AS-Iran untuk membuka jalur air tersebut.
Dalam salah satu contoh, minyak mentah Angola — jenis yang biasanya dibeli oleh China — telah dijual dengan diskon terbesar dalam lebih dari satu dekade, diperdagangkan hampir US$10 per barel di bawah patokan Dated Brent global.
Salah satu kepala komoditas global di Goldman Sachs Group Inc., Daan Struyven menunjukkan pasar minyak fisik global telah bergejolak hanya dalam beberapa bulan dari kondisi ketat yang signifikan hingga tanda-tanda kelebihan pasokan usai pernyataan damai.
Minyak mentah Timur Tengah telah diperdagangkan sejak pertengahan bulan dalam struktur contango bearish yang menandakan kelebihan pasokan, dan patokan Brent global berbalik arah pada Rabu (24/6/2026), karena harga patokan anjlok di bawah US$75 per barel untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.
“Anda sebenarnya mendapatkan diskon untuk membeli satu barel sekarang dibandingkan dengan satu barel besok karena melemahnya permintaan Asia terhadap jenis minyak Timur Tengah,” kata Struyven, dalam sebuah wawancara di Bloomberg TV.
“Pembukaan kembali berjalan dengan baik dan cepat,” tambahnya.
(smr/wdh)




























