Logo Bloomberg Technoz

Kurangi Impor LPG, Bahlil Dorong CNG dari Temuan Gas Raksasa Eni

Sabrina Mulia Rhamadanty
25 June 2026 17:20

Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg
Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan gas dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia, Eni SpA untuk proyek masifikasi compressed natural gas (CNG). 

Bahlil mengungkapkan langkah ini merupakan jawaban atas kritik publik terkait dengan besarnya angka impor gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG). 

"Banyak lagi yang protes ke saya, bagaimana LPG? Ini mau kau impor saja kerjanya. Nah, kalau CNG kita tidak perlu impor karena gas kita banyak. Apalagi kemarin kita baru menemukan cadangan baru di Kalimantan Timur dari ENI," ujar Bahlil dalam agenda seminar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (25/6/2026). 

Sebuah tangki CNG terletak di dekat sebuah bus milik pemerintah daerah di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di AS./Bloomberg

Bahlil memaparkan temuan dari Eni memiliki potensi sumber daya gas sekitar 5 trillion cubic feet (TCF). Dengan potensi sebesar itu, produksi Eni diproyeksikan mampu menyentuh angka 3.000 million standard cubic feet per day (MMSCFD) pada periode 2028 sampai 2029.

Sementara itu, kebutuhan gas untuk konversi ke CNG secara keseluruhan diperkirakan tidak lebih dari 800 MMSCFD. Ketimpangan positif antara produksi dan kebutuhan ini dinilai menjadi peluang besar bagi ketahanan energi nasional.