Logo Bloomberg Technoz

Gelombang Panas Eropa, Prancis Larang Alkohol-Spanyol Tutup Nobar

Redaksi
21 June 2026 14:30

Pejalan kaki minum dari pancuran air saat gelombang panas melanda Marseille, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Jeremy Suyker/Bloomberg)
Pejalan kaki minum dari pancuran air saat gelombang panas melanda Marseille, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Jeremy Suyker/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gelombang panas ekstrem yang menyengat sebagian besar wilayah Eropa memicu diberlakukannya larangan parsial konsumsi alkohol di Prancis, peringatan darurat nasional di Jerman, hingga penutupan zona suporter sepak bola di Spanyol. Langkah-langkah darurat ini diambil seiring melonjaknya suhu udara mendekati rekor tertinggi.

Dikutip dari Reuters, Prancis memperkirakan 35 dari 96 wilayahnya akan menetapkan status waspada merah gelombang panas pada hari Minggu (21/6). Suhu udara berkisar antara 39 hingga 40 derajat Celsius diprediksi bakal membakar wilayah barat daya, area sekitar Paris, hingga Burgundy, bahkan beberapa titik diperkirakan bisa menembus 41 derajat Celsius.

Setelah rapat darurat, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengambil langkah preventif dengan melarang total konsumsi alkohol pada hari Minggu selama festival tahunan Fete de la Musique serta acara publik lainnya di 35 wilayah tersebut. Kendati demikian, otoritas di Paris memerintahkan taman-taman kota untuk tetap dibuka selama 24 jam penuh sebagai tempat berlindung warga.


Sementara itu, peringatan cuaca panas juga diberlakukan di sebagian besar wilayah Jerman dengan suhu mendekati 38 derajat Celsius. Badan cuaca DWD memperingatkan bahwa kombinasi antara suhu panas dan kelembapan yang tinggi berpotensi memicu badai petir yang parah.

Di seberang Pegunungan Alpen, suhu udara yang diperkirakan mencapai 36 hingga 37 derajat Celsius mulai mengubah rutinitas harian dan aktivitas pariwisata di sejumlah kota di Italia.