Shell dan Adnoc menolak memberikan komentar. Mercuria belum menanggapi permintaan komentar.
Sebagian dari minyak mentah yang dijual dalam tender terbaru Adnoc diperkirakan akan mengalir ke Eropa, kata para pedagang, yang meminta namanya tidak disebutkan karena mereka tidak berwenang berbicara di depan umum. Hal itu sejalan dengan tren terkini, di mana gelombang minyak Timur Tengah mengalir ke arah tersebut karena China menarik diri.
Sebagian besar kilang telah menyelesaikan pesanan mereka untuk bulan ini dan bulan depan, dan minyak mentah yang tersedia perlu diberi diskon signifikan untuk mendorong pembelian lebih lanjut, kata para pedagang.
Adnoc juga telah meminta pelanggan dengan kontrak jangka panjang untuk segera melanjutkan pemuatan pasokan, sehingga menekan permintaan spot.
Irak dan Kuwait juga telah meningkatkan produksi karena produsen bersiap menghadapi pembukaan kembali Selat Hormuz, di mana pembicaraan mengenai kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri perang Iran menunjukkan kemajuan.
Hal ini menyebabkan harga minyak Timur Tengah anjlok, di mana kurva forward dari dua jenis patokan utama di kawasan tersebut—Dubai dan Murban—kini berada dalam struktur contango bearish.
Pengecualian sementara AS yang mengizinkan pembelian minyak Iran telah menambah pilihan pasokan yang semakin melimpah, meski masih ada komplikasi seputar pembiayaan dan asuransi kargo yang mungkin terlalu berisiko bagi beberapa kilang.
Beberapa pihak di pasar sedang menilai apakah penyimpanan minyak mentah dapat menjadi pilihan untuk gelombang pasokan yang akan datang.
Para pedagang mengatakan bahwa biaya pengiriman masih terlalu mahal, sehingga penyimpanan terapung tidak efektif, tetapi negara-negara dengan lokasi di darat seharusnya dapat dengan mudah menampung kelebihan pasokan minyak.
(bbn)





























