Harga Minyak Naik Usai Iran Gempur Target di Selat Hormuz
News
07 August 2026 07:40

Nicholas Lua dan Gabriel Levin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah melanjutkan penguatannya menyusul laporan bahwa Iran menggempur "target-target musuh" di Selat Hormuz. Langkah ini seiring dengan upaya Teheran untuk melarang kapal-kapal Amerika Serikat (AS) melintasi perairan strategis tersebut melalui draf kesepakatan dengan Oman.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik menembus US$78 per barel setelah melonjak hampir 3% pada sesi sebelumnya, sementara minyak Brent ditutup di sekitar US$82 per barel. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (6/8) malam waktu setempat setelah ledakan terdengar di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz, menurut kantor berita semi-resmi Fars.
Harga minyak mentah telah menghapus sebagian besar penurunan dari awal pekan ini seiring memudarnya optimisme bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh akan memulihkan arus pasokan energi dari Teluk Persia. Di bawah usulan kesepakatan Iran-Oman, Teheran juga berniat melarang kapal-kapal Israel melintasi selat tersebut dan menuntut ganti rugi dari negara-negara yang dianggap bermusuhan jika ingin menggunakannya.
“Kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz masih sulit tercapai, dengan investor berada dalam posisi yang serba tidak pasti,” kata Rob Haworth, direktur senior strategi investasi di US Bank Asset Management Group. “Untuk saat ini, lalu lintas kapal masih rendah dan jalan menuju kesepakatan yang bertahan lama masih belum jelas.”
































