Di sisi lain, harga minyak Brent bergerak lebih rendah hingga diperdagangkan di bawah US$77 per barel seiring lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz mulai kembali terlihat setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga cenderung stabil setelah menguat selama dua hari berturut-turut.
Aksi jual saham pada Selasa terjadi ketika pasar bersiap menutup paruh pertama tahun 2026 dengan sejumlah kenaikan besar yang didorong meredanya ketegangan geopolitik, kinerja laba perusahaan yang solid, serta bangkitnya perdagangan berbasis tema AI. Namun, reli tersebut dibayangi kekhawatiran yang semakin besar mengenai apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi akan menghasilkan keuntungan yang memadai. Kekhawatiran tersebut, ditambah valuasi yang tinggi dan posisi investor yang terlalu padat pada sektor tertentu, telah beberapa kali memicu koreksi tajam.
Bagi Kospi, aksi jual pada Selasa menjadi salah satu penurunan paling tajam dalam sejarah indeks tersebut. Sentimen terhadap pembangunan ekosistem AI global tiba-tiba memburuk, memicu pelepasan cepat posisi berleverage di pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia itu.
"Kita belum tahu apakah gelembungnya sudah pecah," kata Paul Gambles, salah satu pendiri dan Managing Partner MBMG Group, dalam wawancara dengan Bloomberg Television, merujuk pada pasar saham Korea Selatan. "Ini bisa saja hanya koreksi kecil dan pasar kembali bergerak naik. Namun siapa yang tahu, bisa jadi ini awal dari koreksi yang jauh lebih besar."
Sementara itu, aset-aset Indonesia menjadi sorotan setelah MSCI Inc kembali menunda tinjauan terhadap pasar saham Indonesia. Penyedia indeks tersebut menyatakan masih memerlukan waktu untuk menilai efektivitas reformasi transparansi yang baru diumumkan. Pada Januari lalu, MSCI sempat memperingatkan kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier karena kekhawatiran terkait kemudahan investasi.
MSCI juga mempertahankan Korea Selatan dalam kelompok indeks pasar berkembang (emerging markets).
Di pasar obligasi, surat utang pemerintah AS (Treasury) menguat pada Selasa karena aksi jual saham dan turunnya harga minyak dinilai mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga guna menahan inflasi. Imbal hasil obligasi turun sekitar satu hingga tiga basis poin, dipimpin tenor jangka pendek yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan The Fed. Yield obligasi dua tahun turun sekitar tiga basis poin ke kisaran 4,20%.
Lelang obligasi Treasury tenor dua tahun mencatat permintaan yang kuat, sekitar sepekan setelah konferensi pers pertama Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed memicu lonjakan imbal hasil akibat pasar memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut sebagai respons terhadap kenaikan inflasi. Kini perhatian pasar beralih ke data belanja konsumen AS yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk tambahan.
"Pada titik ini, pasar sudah cukup banyak memperhitungkan prospek The Fed yang lebih hawkish," kata Strategis Suku Bunga RBC Capital Markets, Izaac Brook. Ia menambahkan bahwa imbal hasil riil obligasi dua tahun telah mencapai level tertinggi sejak The Fed mulai memangkas suku bunga pada September 2024.
Pergerakan utama pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2% pada pukul 09.57 waktu Tokyo
- Kontrak berjangka Hang Seng naik 0,8%
- Topix Jepang turun 0,4%
- S&P/ASX 200 Australia relatif tidak berubah
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 tidak berubah
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah
- Euro stabil di US$1,1376
- Yen Jepang stabil di 161,62 per dolar AS
- Yuan offshore stabil di 6,7929 per dolar AS
- Dolar Australia stabil di US$0,6918
Kripto
- Bitcoin naik 0,8% menjadi US$62.902,53
- Ether naik 0,4% menjadi US$1.669,13
Obligasi
- Yield Treasury AS tenor 10 tahun stabil di 4,49%
- Yield obligasi Jepang tenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 2,670%
- Yield obligasi Australia tenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 4,78%
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,5% menjadi US$72,85 per barel
- Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.095,93 per ons
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)





























