Efek Damai AS-Iran, Bursa Saham Asia Bersiap Menghijau
News
23 June 2026 06:30

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap dibuka menguat pada perdagangan Selasa (23/6). Optimisme pasar terhadap kemajuan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berhasil menjinakkan harga minyak dunia, sekaligus meredam sentimen negatif dari Wall Street yang sempat tertekan akibat koreksi sejumlah saham raksasa teknologi.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham menunjukkan potensi penguatan di bursa Sydney, Hong Kong, dan Tokyo. Sementara itu, harga minyak mentah AS terpantau stabil di awal perdagangan sesi Asia setelah sempat anjlok hampir 3% pada hari Senin kemarin. Di Wall Street, kontrak berjangka indeks S&P 500 bergerak mendatar setelah saham Alphabet Inc memimpin kejatuhan saham-saham berkapitalisasi besar.
Di sisi lain, saham SpaceX ambles 16% pada Senin kemarin setelah mengumumkan rencana penjualan obligasi berperingkat layak investasi (investment-grade bonds) demi memuluskan aksi pinjaman besar-besaran. Dari pasar obligasi, surat utang pemerintah AS (Treasury) terkoreksi, sementara mata uang yen Jepang kian melemah mendekati level terendahnya sejak tahun 1986.
Sentimen utama pasar digerakkan oleh keputusan AS merilis izin operasional selama 60 hari yang memperbolehkan Iran menjual minyaknya di pasar internasional. Langkah ini menjadi angin segar bagi perekonomian Teheran di tengah upaya kedua negara melanjutkan dialog menuju kesepakatan damai permanen. Ekspektasi tercapainya perdamaian, dikombinasikan dengan gairah investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) serta solidnya kinerja laba perusahaan, telah berhasil mendongkrak indeks S&P 500 melonjak hampir 20% dari level terendahnya saat perang berkecamuk.


























