Logo Bloomberg Technoz

Saham Teknologi AS Rontok, Bursa Asia Bersiap Lanjutkan Koreksi

News
24 June 2026 06:24

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di Asia bersiap melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Rabu (24/6). Sentimen ini mengekor aksi aksi jual besar-besaran yang melanda sektor teknologi di Wall Street, sekaligus memperdalam kekhawatiran pasar bahwa reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) selama ini sudah bergerak terlalu liar.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang dan Korea Selatan terpantau kompak melemah, sementara kontrak indeks Hong Kong mengindikasikan penguatan tipis. Di sisi lain, kontrak berjangka saham AS bergerak naik sedikit pada perdagangan Rabu pagi, setelah indeks Nasdaq 100 yang padat teknologi anjlok 3,3% dan S&P 500 merosot 1,4% pada Selasa. Indeks acuan sektor semikonduktor yang sangat dipantau investor—dan sempat melonjak lebih dari dua kali lipat dari level terendahnya saat perang—bahkan ambruk sekitar 8%.


Kondisi pasar yang menjauhi risiko (risk-off) ini mendorong para investor untuk mengamankan dana mereka ke aset-aset aman (safe haven). Obligasi pemerintah AS (Treasury) terpantau menguat, sementara mata uang berstatus safe haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss mencatatkan kinerja yang unggul. Sementara itu, harga minyak mentah dunia terkoreksi pada hari Selasa seiring makin terlihatnya aktivitas lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz usai tercapainya perjanjian damai sementara antara AS dan Iran.

Fluktuasi ini terjadi tepat saat pasar bersiap menutup paruh pertama tahun ini dengan raihan keuntungan besar. Keuntungan tersebut sebelumnya ditopang oleh meredanya ketegangan geopolitik global, solidnya laporan laba perusahaan, serta gairah investasi di sektor AI. Namun, tren penguatan itu kini mulai goyah menyusul besarnya tanda tanya mengenai apakah komitmen belanja besar dari perusahaan-perusahaan teknologi mampu menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang sepadan.

Pergerakan saham teknologi AS. (Sumber: Bloomberg)