Plus, Deutsche Bank memperkirakan tidak ada penurunan Fed Funds Rate untuk tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (24/6/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah kian terhimpit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 34. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 52. Menghuni area beli (long), tetapi tidak kuat. Cenderung netral.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Koreksi yang sudah lumayan dalam bisa membuka peluang terjadinya technical rebound.
Target resisten terdekat ada di US$ 4.159/troy ons. Selepas itu, US$ 4.182/troy ons sepertinya akan menjadi pivot point, yang jika jebol bisa mengatrol harga emas ke rentang US$ 4.195-4.247/troy ons.
Target paling optimistis rasanya ada di US$ 4.314/troy ons.
Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.061/troy ons bisa menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke US$ 4.057/troy ons.
Terlihat bahwa ruang koreksi harga emas sudah makin menyempit.
(aji)


























