"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita."
Dia juga mengatakan, pembangunan jalan daerah penting dalam peta besar rencana pemerintah mencapai swasembada. Menurut dia, swasembada pangan bukan hanya soal benih, pupuk, atau panen. Demikian pula swasembada energi bukan hanya soal mencari sumber energi.
Namun, kata dia, swasembada juga bisa terwujud jika ada jaringan distribusi pasokan bahan baku hingga hasil produksi yang lancar dan efisien.
Menteri PU Dody Hanggodo mengataan, capaian Inpres Jalan Daerah tahun 2025 telah tuntas 100% dan sudah mulai dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Bahkan, dia mengatakan banyak ruas jalan daerah yang dibangun tahun ini memiliki lebar badan jalan hingga tujuh meter -- sebelumnya hanya 3-4 meter.
"[Salah satunya] Ruas Kedundung sampai dengan Bringkoning melalui program Jalan Daerah sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar jalan tujuh meter dengan nilai pekerjaan Rp14 miliar," kata dia soal lokasi peresmian jalan daerah oleh presiden.
"Sebelumnya ada Inpres Jalan Daerah tahun 2023 itu hanya sekitar tiga sampai empat meter. Sehingga pada saat kami tadi lewat ke sini, untuk melewati motor aja sangat kesulitan."
Sesuai Inpres 2025, pemerintah membangun 1.151 jalan daerah di 37 provinsi dengan nilai Rp5,41 triliun.
(dov/frg)






























