Rupiah Menutup Pekan Ini di Posisi Rp17.790/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 June 2026 15:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup sesi perdagangan pekan ini, Jumat (19/6/2026), dengan pelemahan 0,45% ke posisi Rp17.790/US$, memangkas penguatan yang sempat terjadi pada sesi perdagangan kemarin setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama bertahan tinggi di level 100,9, seiring nada hawkish bank sentral Federal Reserve. Penguatan indeks dolar AS terjadi menyusul adanya langkah para trader mata uang, termasuk hedge fund, yang ramai menambah posisi melalui pasar opsi dengan taruhan bahwa dolar AS akan melanjutkan reli setelah nada hawkish The Fed.
"Kami melihat minat beli yang besar pada opsi call dolar, terutama terhadap mata uang negara G10," ujar Tobias Jungmann, Kepala Perdagangan Opsi Valas Amerika di Bank of America, seperti dikutip Bloomberg News.
Sementara itu, data dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) menunjukkan perdagangan opsi dolar terhadap euro naik ke level tertinggi sejak 3 Maret. Dengan permintaan terhadap instrumen yang bertaruh dolar akan menguat hampir dua kali lipat dibandingkan instrumen yang memprediksi pelemahan dolar, setara dengan €200 juta (US$229 juta) atau lebih.
Hal ini juga berimbas pada mata uang kawasan Asia. Sebagian besar mata uang kawasan melemah, dipimpin oleh ringgit Malaysia tergerus 0,59%, disusul rupiah 0,45%, baht Thailand 0,33%, peso Filipina 0,29%, yuan offshore 0,25%, dolar Singapura 0,19%, dan rupee India melemah 0,17%.






























