Yield SUN 10 Tahun Kembali ke Atas 7%
Redaksi
19 June 2026 14:46

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual mendominasi pasar Surat Utang Negara (SUN), kala rupiah mengalami pelemahan. Pada Jumat (19/6/2026) siang, mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,69% ke Rp17.833/US$.
Melansir data Bloomberg pada 13:45 WIB, Kenaikan yield terjadi hampir di seluruh tenor utama, terutama pada tenor 9 tahun (+10,1 bps), 12 tahun (+9,3 bps), 13 tahun (+8,1 bps) dan 30 tahun (+14,3 bps).
Kenaikan yield yang terjadi pada sesi perdagangan siang ini mengindikasikan investor masih meminta premi risiko yang lebih tinggi terhadap surat utang pemerintah, terutama setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75%.
Di tenor acuan 10 tahun, yield naik 6,6 bps menjadi 7,11%, menandakan adanya aksi jual. Meski tidak seagresif beberapa tenor menengah lainnya, tetapi membawa yield kembali ke kisaran 7%, setelah sebelumnya sempat turun ke level 6%.
Sementara itu, tenor pendek juga mengalami tekanan. Yield tenor 1 tahun naik 6,4 bps dan tenor 4-6 tahun naik 5-8 bps, menggambarkan bahwa tekanan tak cuma berasal dari ekspektasi inflasi jangka panjang, tapi juga penyesuaian ekspektasi suku bunga dalam jangka pendek.































