Logo Bloomberg Technoz

Singapura Ingin Jadi Pusat Dagang Emas Dunia, Tapi Impor dari RI

Mis Fransiska Dewi
19 June 2026 15:29

Pusat perekonomian ASEAN tersentralisasi di Singapura. dok: Bloomberg
Pusat perekonomian ASEAN tersentralisasi di Singapura. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Singapura berambisi untuk menjadi pusat dagang emas batangan dunia dengan membentuk kliring emas. Negeri Singa yang tak memiliki area pertambangan emas tersebut diketahui ternyata menjadi negara tujuan ekspor emas Indonesia terbesar kedua pada periode 2021-2025.

Berdasarkan data BPS yang diperoleh Bloomberg Technoz, Jumat (19/6/2026), nilai ekspor emas atau HS 71 ke Singapura pada periode secara kumulatif pada 2021 hingga 2025 mencapai US$13,67 miliar. Posisi Singapura berada di bawah Swiss dengan nilai ekspor emas sebanyak US$22,79 miliar. 

Jika dirinci, pada 2021 total nilai ekspor emas RI ke Negeri Singa sebanyak US$1,15 miliar; 2022 sebanyak US$1,28 miliar; 2023 sebesar US$1,23 miliar; 2024 sebanyak US$1,11 miliar; dan 2025 sebanyak US$2,04 miliar. 


Pada tahun ini atau periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor emas Singapura mencapai US$257,7 juta year on year (yoy). Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$493 juta yoy.

Secara terperinci, BPS menyampaikan sepanjang 2026 nilai ekspor emas RI ke Singapura pada Januari mencapai US$54,02 ribu; Februari US$32,94 ribu; Maret US$103,19 ribu; dan April US$67,56 ribu. BPS mencatat angka itu turun 64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.