Logo Bloomberg Technoz

Suku Bunga Tinggi Buat Gaikindo Cemas, Bisa Berefek ke Penjualan

Sultan Ibnu Affan
18 June 2026 20:10

Suasana pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (Dimas Ardian/Bloomberg)
Suasana pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) membeberkan potensi dampak negatif dari tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang kini berada di level 5,75% terhadap industri otomotif nasional.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan langsung memengaruhi sektor pembiayaan kendaraan bermotor (KKB), yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama penjualan mobil di Indonesia.

Dengan kata lain, lanjut Jongkie, jika suku bunga semakin tinggi maka bukan tidak mungkin konsumen akan menunda rencana pembelian mobil akibat biaya kredit atau cicilan yang semakin tinggi.


"Kalau perusahaan pembiayaan segera menaikkan suku bunga pinjaman KKB, maka akan terjadi penundaan pembelian. Penjualan akan drop dan sangat membahayakan produksi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Pada skenario terburuk, Jongkie mengatakan, hal itu juga pada akhirnya akan membuat adanya penurunan permintaan dan mungkin akan membuat penahanan ekspansi produksi otomotif dalam negeri.