Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Naik 100 BPS Sebulan: Dampak ke Ekonomi Bertahap

Redaksi
19 June 2026 14:20

BI Rate Ditahan Tetap 4,75% (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
BI Rate Ditahan Tetap 4,75% (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur kemarin (18/6/2026). Praktis, Bank Sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam bulan ini.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, kenaikan ini menjadi langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.

Meski demikian, implikasi dari kenaikan suku bunga tersebut mengancam. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede menilai bahwa kenaikkan suku bunga akan memperlambat perekonomian Indonesia, meski perlambatannya cenderung bertahap.


“Saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 lebih realistis berada di sekitar 5,0–5,2%, masih cukup kuat tetapi lebih rendah dari laju kuartal I 2026 yang mencapai 5,61% dan lebih menantang untuk mencapai asumsi APBN 2026 sebesar 5,4%,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, BI masih menargetkan proyeksi pertumbuhan 2026 dalam kisaran 4,9–5,7%. Namun menurut Josua, setelah kenaikan suku bunga yang agresif, risiko pertumbuhan kini lebih condong ke batas bawah kisaran tersebut.