Logo Bloomberg Technoz

Insentif Biodiesel Sepanjang 2026 Capai Rp32 Triliun, Turun 32%

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 June 2026 16:50

Beragam varian biodiesel./Bloomberg-Dimas Ardian
Beragam varian biodiesel./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi menyebut insentif biodiesel yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sepanjang 2026 mencapai Rp32 triliun. 

Angka insentif ini lebih rendah 31,9% dibandingkan dengan insentif biodiesel sepanjang 2025 yang senilai Rp47 triliun.

"Berkurang. Tadinya Rp47 triliun-an [ke BPDP], menjadi Rp32 triliun," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/6/2026).


Kemudian, besar insentif senilai Rp32 triliun tersebut digunakan untuk insentif biodiesel B40 dan berlanjut untuk B50 yang akan dilaksanakan pada 1 Juli 2026. 

"Kalau hitungan total ya jadi ada pengurangan [insentif], karena memang harga selisih ininya insentifnya kan enggak ada. Jadi karena [harga] solarnya lebih tinggi terus malah FAME [fatty acid methyl ester] itu membantu karena selisih kan yang dibayarnya, selisih kurang ya ini kan adi tidak ada insentif," imbuhnya.