BI Rate Naik 100 Bps dalam Sebulan & Nasib Sektor Properti
Sultan Ibnu Affan
19 June 2026 10:44

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menilai kebaikan suku bunga acuan BI Rate yang terjadi secara cepat akan memberikan pukulan telak bagi sektor properti dan juga konsumen kelas menengah.
Dalam satu bulan terakhir BI secara agresif menaikkan BI Rate 100 Basis poin. Pada RDG periode 19-20 Mei 2026, BI memutuskan menaikkan BI rate 50 bps menjadi 5,25%. Lalu pada 9 Juni 2026 BI Rate dinaikkan lagi 25 bps menjadi 5,5% dan pada 18 Juni 2026 naik lagi menjadi 5,75%.
Menurut Bambang, dari sisi konsumen, kenaikan BI Rate secara agresif akan membuat konsumen berpikir ulang membeli properti. Bunga acuan tinggi diprediksi membuat bunga KPR menjadi lebih mahal sementara biaya hidup juga meningkat.
Adapun konsumen yang sudah mempunyai kredit pemilikan rumah (KPR) komersial atau non subsidi akan mendapat tekanan dari sisi kewajiban angsuran yang naik sehingga bisa menimbulkan potensi kredit macet.
Dari sisi developer atau pengembang, kenaikan BI Rate agresif bisa berdampak pada kenaikan biaya proyek karena kenaikan biaya bahan baku. Bahkan jika developer memiliki pinjaman ke perbankan bisa berdampak kenaikan biaya dana (cost of fund) sementara di saat yang sama pemasukan dari penjualan drastis.




























