Logo Bloomberg Technoz

Langkah Hawkish The Fed Bayangi Pergerakan Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 June 2026 08:26

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) menguat terbatas. Pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026), rupiah dibuka menguat 0,01% ke posisi Rp17.875/US$.

Tak lama berselang, mata uang Nusantara menebalkan apresiasi menjadi 0,1% ke Rp17.859/US$ pada 07:52 WIB. 

Pergerakan rupiah di pasar luar negeri selama enam bulan terakhir hingga kamis (18/6/2026). (Bloomberg)

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat ke 100,32 di tengah sinyal hawkish yang dikirim oleh The Fed dengan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75%, seperti ekspektasi pelaku pasar.


Penguatan yang terjadi pada dolar AS, meski harga minyak semakin jinak menjadi US$78,77 per barel, memicu pelemahan terhadap mata uang Asia. 

Won Korea Selatan memimpin pelemahan, disusul ringgit Malaysia, dan baht Thailand, serta yen Jepang yang tergerus tipis. Sedangkan yuan offshore menguat terbatas hampir stagnan hanya 0,06%, disusul dolar Singapura 0,01%. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)