Pengembangan LTJ dari Nikel Diminta Bertahap, Smelter Belum Siap
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 July 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menilai pengembangan logam tanah jarang (LTJ) dari komoditas nikel perlu dilakukan secara bertahap, terlebih industri smelter nikel terbilang masih dalam umur yang muda.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menegaskan proses ekstraksi dan pemurnian LTJ atau rare earth elements (REE) dari nikel masih memerlukan penelitian dan kajian lebih lanjut, baik dari sisi teknologi maupun keekonomiannya.
Dia menilai rencana pengembangan LTJ dari nikel perlu dirancang secara proporsional dan diterapkan secara bertahap. Arif menegaskan tahapan tersebut memerlukan masa transisi yang jelas.
“Di sisi lain, industri hilirisasi nikel Indonesia masih berusia relatif muda dan saat ini tengah menghadapi tekanan yang berat pada bisnis utamanya,” kata Arif kepada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (31/7/2026).
“Kebijakan juga perlu mempertimbangkan kesiapan teknologi, keekonomian usaha, serta kemampuan industri dalam mengembangkan rantai nilai baru tanpa mengganggu keberlanjutan industri hilirisasi nikel yang telah berjalan,” tegas Arif.
































