Logo Bloomberg Technoz

DPR Pertanyakan Urgensi Kenaikan Anggaran Kemenpar Rp1,99 T

Dinda Decembria
17 June 2026 13:20

Menpar Widiyanti Putri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Executive Vice President ANA, Juichi Hirasawa, di Tokyo (30/3/2026) (Kemenpar)
Menpar Widiyanti Putri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Executive Vice President ANA, Juichi Hirasawa, di Tokyo (30/3/2026) (Kemenpar)

Bloomberg Technoz, Jakarta - DPR mencecar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait usulan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun pada 2027. 

Anggota Komisi VII DPR, Putra Nababan, menyoroti data yang menunjukkan devisa pariwisata tetap meningkat meski anggaran Kemenpar terus menyusut, sehingga mempertanyakan urgensi kenaikan anggaran hampir 200% dari pagu indikatif yang telah ditetapkan.

Putra menjelaskan, pada 2016 saat anggaran Kemenpar mencapai Rp5,41 triliun, devisa pariwisata tercatat sekitar Rp150 triliun. Sementara pada 2024, ketika anggaran menyusut menjadi sekitar Rp3 triliun, devisa justru melonjak menjadi Rp269 triliun.


"Jadi dikasih anggaran besar, devisanya 150 triliun. Anggaran dipotong setengah, devisanya naik. Menarik ini," ujarnya dalam rapat kerja di Komisi VII, Rabu (17/6).

Lebih lanjut, Putra mengatakan usulan tambahan anggaran tersebut perlu didukung argumentasi yang lebih kuat. Menurut dia, tren pemangkasan anggaran Kemenpar sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan bisa menjadi sinyal adanya prioritas nasional lain yang lebih mendesak.