"Pasar membutuhkan waktu untuk stabil, arus pelayaran di Selat Hormuz memerlukan waktu untuk normal, dan cadangan komoditas harus diisi kembali," tulis tim ekonom ANZ Bank, termasuk Matthew Galt, dalam catatan resminya. "Oleh karena itu, kami melihat dampak instan yang relatif kecil terhadap fungsi reaksi bank sentral. Secara marjinal, sebuah kesepakatan—jika berhasil—mungkin dapat mengurangi tekanan untuk memperketat kebijakan moneter, tetapi perkembangan selama beberapa bulan ke depan akan terus dipantau secara ketat."
Seorang pejabat senior AS dalam panggilan telepon dengan para jurnalis mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance telah menandatangani salinan elektronik dari nota kesepahaman (MoU) dengan Iran. Selat Hormuz "saat ini sudah dibuka sebagian," dan "akan dibuka sepenuhnya" pada hari Jumat nanti, tutur Trump dalam pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pengumuman dari RBA dan BOJ ini muncul di tengah pekan yang sangat sibuk bagi bank-bank sentral global. Bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), juga dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbaru mereka pada hari Rabu besok.
Para ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam rapat yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh gubernur baru, Kevin Warsh. Saat ini, para pelaku pasar swap memperkirakan peluang di bawah 80% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan Desember mendatang.
Sementara itu, Bank Sentral Inggris (BOE) dan Bank Sentral Swiss (SNB) diperkirakan secara luas akan menahan suku bunga mereka. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir, di mana Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan bahwa inflasi yang dipicu oleh perang Iran kini mulai meluas ke luar sektor energi.
“Kami mengamati dengan cermat bagaimana Warsh menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta perubahan apa yang mungkin ia sinyalkan dalam komunikasi The Fed, termasuk kemungkinan mengurangi ketergantungan pada panduan kebijakan ke depan untuk memberi sinyal arah suku bunga,” tulis para analis BlackRock Investment Institute, termasuk Jean Boivin dan Wei Li, dalam sebuah laporan.
“Hal tersebut berpotensi menjadikan perubahan kebijakan The Fed sebagai sumber volatilitas, karena investor harus menafsirkan langkah-langkah berikutnya dengan petunjuk yang lebih terbatas.”
Pelaku pasar juga akan mencermati serangkaian data ekonomi dari China yang dirilis pada Selasa, termasuk data penjualan ritel dan produksi industri untuk Mei.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah pada pukul 09.24 waktu Tokyo
- Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,1%
- Indeks Topix Jepang turun 0,2%
- Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7%
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 1%
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah
- Euro stabil di level US$1,1589
- Yen Jepang stabil di 160,26 per dolar AS
- Yuan offshore stabil di 6,7595 per dolar AS
- Dolar Australia stabil di US$0,7068
Kripto
- Bitcoin turun 0,4% menjadi US$66.239,95
- Ether turun 1,3% menjadi US$1.791,64
Obligasi
- Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 4,48%
- Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun naik lima basis poin menjadi 4,86%
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% menjadi US$81,45 per barel
- Harga emas spot relatif tidak berubah
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)


























