Logo Bloomberg Technoz

Wakil Presiden AS JD Vance juga turun tangan membela kesepakatan tersebut melalui serangkaian wawancara televisi pada hari Senin. Ia mengklaim bahwa pakta apa pun dengan Iran nantinya akan dibangun di atas sistem verifikasi yang ketat guna memastikan Teheran mematuhi seluruh poin perjanjian. Kedua belah pihak dijadwalkan menggelar upacara penandatanganan resmi pada 19 Juni 2026.

Sejumlah pejabat senior pemerintah AS, yang berbicara dengan syarat anonim, membeberkan bahwa hasil akhir yang diharapkan ini senada dengan sentimen yang pernah diusung sejak era Presiden Barack Obama. AS ingin mengulurkan tangan kepada Iran, dan jika Teheran mampu memenuhi serangkaian tuntutan, mereka akan mendapatkan pelonggaran sanksi ekonomi serta insentif finansial lainnya.

Poin-poin pembicaraan yang dibagikan kepada para juru bicara dan sekutu pemerintahan menunjukkan sejauh mana Gedung Putih mendorong narasi bahwa Trump tidak akan ragu kembali melancarkan serangan jika Iran gagal memenuhi tuntutan Washington.

"Presiden Trump memahami bahwa rezim ini sering menunda dan memanfaatkan perundingan untuk membeli waktu. Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi," demikian isi dokumen yang diperoleh Bloomberg. "Tekanan yang membawa Iran ke meja perundingan akan tetap diberlakukan sepenuhnya, dan semua opsi masih tersedia."

Pernyataan tersebut diyakini sebagian ditujukan untuk menenangkan kelompok garis keras yang terus mendesak Trump agar tetap membuka kemungkinan melanjutkan serangan militer. Dokumen itu juga menunjukkan bahwa para pejabat AS dan sekutunya diminta menekankan bahwa tidak ada "batas waktu terbuka tanpa akhir" bagi Iran untuk memenuhi ketentuan dalam MoU, ketika kedua pihak berupaya mengakhiri perang yang awalnya diperkirakan pemerintahan Trump hanya berlangsung empat hingga enam pekan sejak pecah pada akhir Februari.

Rasa frustrasi Trump terhadap perang yang ia mulai hampir empat bulan lalu semakin terlihat jelas. Presiden AS itu tampak kelelahan saat menghadiri KTT G-7, setelah tiba di kawasan Pegunungan Alpen Prancis menggunakan penerbangan yang berangkat dari Washington sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat, usai menghadiri acara UFC yang digelar di Gedung Putih bertepatan dengan ulang tahunnya.

Pasar saham di berbagai belahan dunia menguat, mengikuti kenaikan obligasi, sementara harga minyak anjlok setelah pengumuman bahwa AS dan Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, di balik upaya pemerintah AS menjual kesepakatan tersebut kepada publik, Washington dan Teheran masih menyampaikan pandangan berbeda terkait kemungkinan penerapan tarif bagi kapal yang melintasi selat tersebut, sehingga memperlihatkan masih adanya ketidakjelasan dalam kesepakatan itu.

"Selat itu akan terbuka dan bebas biaya," kata Trump.

Namun, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa kesepakatan sementara tersebut hanya menjamin kebebasan pelayaran selama 60 hari, setelah itu Teheran berencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintas.

Terlepas dari klaim tersebut, keputusan apakah jalur perairan itu benar-benar aman untuk dilalui pada akhirnya akan ditentukan oleh perusahaan pelayaran. Klaim Trump sebelumnya juga pernah diragukan oleh industri pelayaran, dengan banyak operator kapal enggan melintas tanpa adanya kejelasan lebih lanjut.

Konflik yang masih berlangsung di Lebanon, di mana Israel terus menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran untuk mencegah serangan ke wilayahnya, juga menjadi ujian besar bagi kelangsungan kesepakatan ini.

Salah satu pejabat senior AS yang memberikan penjelasan kepada wartawan pada Senin mengatakan bahwa penarikan pasukan Israel dari Lebanon bukan merupakan syarat dalam kesepakatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk merespons setiap serangan yang dilakukan Hizbullah.

Trump berupaya meredakan kekhawatiran mengenai isu tersebut saat berbicara kepada wartawan dan menyiratkan bahwa persoalan itu dapat diselesaikan melalui perundingan lebih lanjut.

"Kami memang ingin melihat apakah kami bisa menyelesaikan persoalan Lebanon," kata Trump. "Hizbullah, kami perlu berbicara sedikit dengan mereka."

Meski Trump, Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menandatangani kesepakatan sementara itu secara virtual, upacara penandatanganan resmi tetap dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

Trump mengatakan pada Senin bahwa teks lengkap kesepakatan kemungkinan akan dipublikasikan "beberapa saat setelah hari Jumat."

(bbn)

No more pages