Harga emas turun sekitar 18% sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Emas bergerak secara berlawanan arah dengan minyak mentah selama perang, karena kenaikan harga energi telah memicu inflasi dan mendorong para bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Para trader menanti serangkaian keputusan bank sentral pekan ini, dengan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) dijadwalkan menggelar pertemuan pertamanya di bawah kepemimpinan baru Gubernur Kevin Warsh. Ekspektasi pasar mengarah pada kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.
Harga emas turun tipis 0,1% menjadi US$4.307,20/troy ons di pasar spot pada pukul 06.30 pagi waktu Singapura. Perak turun 0,2% menjadi US$69,87. Harga platinum dan paladium juga turun tipis. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang menjadi acuan mata uang AS, ditutup 0,1% lebih rendah pada sesi sebelumnya.
(bbn)

























