Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi penopang penguatan IHSG, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melonjak 13,3% dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga melesat 12,1%. Sama halnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga lompat hingga 11,2%.
Melesatnya IHSG sepanjang perdagangan hari ini tersengat sentimen positif yang datang dari global, Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat damai untuk menyudahi perang konflik di Timur Tengah.
Melalui unggahannya di media sosial, Presiden AS Donald Trump menyatakan “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung,” tulis Trump dalam sebuah unggahan pribadinya, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi kesepakatan yang telah tercapai.
Adapun delegasi dari AS dan Iran bersiap untuk menggelar pertemuan resmi pada Jumat (19/6/2026) di di Swiss. Pertemuan tersebut dijadwalkan setelah kedua negara berhasil merampungkan draf Nota Kesepahaman (MoU) terkait kesepakatan damai.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Gharibabadi memastikan pihak Iran telah memasukkan semua “posisi penting” mereka ke dalam draf MoU tersebut. Ia menambahkan teks lengkap dari dokumen tersebut akan segera dipublikasikan ke publik begitu upacara resmi pada Jumat selesai dilaksanakan.
Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat di level 6.254 pada Senin. IHSG bahkan sempat menguat hingga menyentuh level di 6.345, yang dipicu oleh berita tercapainya kesepakatan damai AS-Iran yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
“Optimisme akan kesepakatan damai dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, mendorong koreksi harga minyak lebih dari 4% hingga level US$80/barel (WTI) dan US$83/barel (Brent),” papar Phintraco dalam catatan terbarunya, Senin.
Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN. Terlebih lagi, rupiah yang ditutup menguat 0,94% di level Rp17.703/US$, menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
Apresiasi rupiah turut berlanjut pasca kenaikan suku bunga acuan BI Rate sebesar 75 bps sejak Mei 2026 memperkuat optimisme stabilitas makroekonomi dan menjaga sentimen pasar dalam jangka pendek, melansir Panin Sekuritas.
Harga emas juga bergerak menguat hingga di atas level US$4.338/troy oz, seiring meredanya tekanan inflasi yang berarti potensi kenaikan suku bunga The Fed melemah.
(fad)






























